Hai! Kembali lagi, dengan saya Ririn Anggriani dengan cerita naskah kuno pastinya. Tapi sobat perlu tau, kali ini ceritanya bedaloh, tapi tetap berkaitan dengan cerita pertama tentunya, tema saya kali ini taitu "Tradisi Nyeput". Kalau masyarakat Lombok tentunya tidak asing, tapi bagaimana dengan daerah lain di NTB?
Nah untuk lebih jelasnya, yuk simak cerita saya.
Hari pertama, tepatnya jam 10 di hari jumat tanggal 08 november, saya dan teman-teman menuju desa Bojeruk, kecamatan Jonggat. Sampai di sana kami tidak langsung melakukan tradisi nyeput, karena pada saat menuju kesana kami hanya memiliki informasi yang sangat minim. Tapi beruntungnya kami ada masyarakat yang baik hati untuk menuampung saya dan teman-teman di waktu solat jumat, dan dari masyarakat pula kmi diberitahu tentang pemangku adat yang bisa nyeput. Sebelum itu
, kami juga di tunjuk sebuah rumah yang di namakan gedeng beleq. Gedeng beleq ini merupakan kediaman Lalu Srigate kepala daerah Lombok Tengah pertama yang didirikan pada tahun 1913 oleh ayahandanya bernama Lalu Wiresaid bin Raden Nune Umas.
Selain diceritakan tentang Gedeng Beleq kami juga di arahkan untuk menemui pak Usman dikediaman beliau, sebelum melanjutkan perjalanan tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang membantu kami. Setelah sampai di rumah pak Usman kami belum langsung bisa nyeput karena kami belum memiliki janji sebelumnya, sehingga kami pun harus kembali untuk hari itu dan kembali di hari esoknya.
Sebelum melanjutkan cerita, saya akan menjelaskan dulu apa itu nyeput. Nyeput merupakan sebuah kebiasaan atau tradisi dari masyarakat Lombok (Sasak) atau proses meramal. Proses nyeput ini dilakukan dengan cara mengambil salah satu takepan naskah kuno, kemudian di jelaskan masa depan kita terkait isi takepan yang dipilih. Takepan sendiri terdiri dari dari beberapa tembang yaitu
1. Tembang Pangkur (tegas)
2. Tembang sianom (bijak)
3. Tembang asmaran dane (asmar)
4. Tembang dangdang/gendis/burung putih (istimewa)
5. Tembang mas kumambang
6. Tembang danur (keras)
Keesokan harinya saya berangkat dari Loteng, Jeneprie pada jam 02 siang. Karena saya menginap di sana, sedangkan teman-teman yang berangkat dari mataram dan langsung berjumpa di tempat yang sudah dijanjikan dengan pak Usman yaitu di English Camp. Sesampai di sana kami langsung bertemu dengan pak Usman dengan 3 orang pemangku adat yaitu Pak Hasan, Amaq Baru dan pak Sahdin, sebelum melakukan acara nyeput kami melakukan perbincangan kecil dengan beliau-beliau tentang pengalaman mereka tentang tradisi nyeput.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.





Makasih ilmunya kak :)
BalasHapusππππ
BalasHapussangat bermanfaat menambah wawasan tentang kebudayaan di indonesia khususnya budaya sasak
BalasHapusBagus
BalasHapusMantap
BalasHapusbagusπ
BalasHapusBaru tauπ boleh juga liat masa depan saya dan dia wkwk:'v
BalasHapusBoleh banget kakπ
Hapus