Assalamu'alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barakatuh
Hai! Selamat datang di blogger saya
Saya Ririn Anggriani dari bima dan sekarang sedang menempuh jenjang perkuliahan di Universitas Mataram jurusan pendidikan bahasa dan seni, program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia. Sekarang saya sudah menduduki perkuliahan semester 5. Dan pada kesempatan ini saya akan menceritakan pengalaman saya dalam mencari naskah kuno di Lombok
Tepatnya pada hari minggu, 20 oktober 2019 kemarin saya bersama teman-teman menuju dusun Monte desa Durian kecamatan Janeprie, Lombok Tengah untuk mencari naskah kuno. Perjalanan menuju daerah tersebut menurut saya sangat menarik, mulai dari melihat pemandangan yang sangat indah sampai kami tertawa sendiri mengetahui bahwa kami salah arah, tapi semangat tetap kami utamakan
Sesampai di daerah tersebut kami tidak langsung menuju orang yang memiliki naskah tersebut, kami bertemu dulu dengan teman yang pada saat itu sedang libur di kampung halamannya. Setelah bertemu dengan teman kami, saya dan teman-temanpun menuju rumah pemilik naskah tersebut.
Sesampai di rumah beliau kami lanaung di sambut dengan hangat, karena sebelumnya teman kami Nani sudah bertemu dan mengatakan bahwa kami ingin bertemu dan menanyakan beberapa hal terkait naskah kuno yang dimiliki sesuai waktu yang sudah ditentukan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia naskah merupakan karangan seseorang yang belum diterbitkan dan masih ditulis dengan tangan. Sedangkan kuno merupakan segala sesuatu yang bersifat lama atau dari zaman dahulu.
Rengganis ini sendiri berasal dari kata reng yang berarti roh/nyawa, sedangkan ganis berarti baik/manis. Rengganis ini terdiri dari karangan prosa dan prosa liris, kadang terdiri dari pantun. Rengganis berisi tentang seorang gadus remaja yang sangat cantik yang di mana di akhir kehidupannya dia tetap teguh pada pendirian dan sifatnya yang baik.
Naskah kuno yang pernah beliau baca yaitu asmarandono, menyeh dan masih banyak lagi lainnya
Naskah kuno yang diciptakan sesuai sastra/golongan :
1. Golongan raja/datu/madya
2. Kaum nista/masyarakat biasa.
Beliau menyukai naskah kuno karena pad waktu beliau nuda keluarnga yang khususnya nenek moyang dulu banyak sekali pengrajin naskah-naskah askara sasak dan syair hikayat/arab melayu. Dan membaca naskah ini bapak akan merasa lebih tenang dan damai. Selama memiliki naskah banyak sekali kejadian-kejadian aneh yang dialami oleh beliau. Sebagai seorang pengrajin naskah kuno beliau berpersan agar kami sebagai generasi penerus bangsa tetp melestarikan peninggalan- peninggalan sejarah yaitu salah satunya naskah kuno.
Selain itu beliau memberikan beberapa tioa untuk menjaga/merawat naskah kuno di antarnya: Menaruh di tempat yang baik/ di buatka lemari khusus/ peti/gerobak khusus. Naskah rengganis ini sudah ada sejak 70 tahun yang lalu, karena saking tuannya naskah untuk membacanya harus diolesi terlebih dahulu dengan air biasa agar lebih jelas tulisannya.
Mungkin itu aja sekilas pengalamN saya dalM mencari naskah kuno, semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat bgi teman-teman. Terimakasih.
Wassalmu'alaimkum Wa Rahmatullai Wa Barokatuh :)
Dokumentasi:



